Alkisah suatu saat di masa lalu, setelah meninggalnya para sahabat nabi, kota madinah dilanda musim kemarau yg berkepanjangan. Seluruh ulama dan kaum muslimin di kota madinah menjalankan shalat istisqo memohon kepada Allah,SWT agar segera diturunkan hujan. Namun setelah beberapa hari menjalankan shalat istisqo hujan yg diharapkan belum turun-turun juga.
Suatu malam seorang ulama akan menjalankan shalat malam di masjid Rasulullah, tiba-tiba datanglah seorang yg wajahnya hitam dg pakaian panjang yg sudah agak usang juga menjalankan shalat malam tanpa menyadari kehadiran ulama tsb.
Setelah shalat si orang tadi langsung bermunajat memohon kepada Allah,SWT agar segera diturunkan hujan di kota madinaah pada saat itu juga, yah pada saat itu juga. Sang ulama yg dibelakangnya memperhatikan sambil berbathin “Orang ini sudah gila memohon kepada Allah,SWT hujan pada saat ini juga.”
Namun baru selesai si orang tadi berdo’a tiba-tiba hujan turun dg derasnya diiringi suara halilintar, ulama tadi sungguh terkejut. Dan diperhatikannya si orang tsb sedang memanjatkan puja-puji kehadirat Allah,SWT atas turunnya hujan tsb.
Setelah shalat subuh berjamaah dan si orang tadi juga ikut shalat subuh., karena didorong rasa penasaran yg besar ulama tsb membututi si orang tadi s/d ke rumahnya. Dan ternyata si orang tadi tsb hanyalah seorang tukang sol sepatu. Menyadari ulama tsb membututi s/d di rumahnya lalu di tanya oleh si orang tadi yg ternyata tukang sol sepatu, “Apa keperluan tuan mendatangi rumah saya, apakah tuan memerlukan sol sepatu.?”
Jawab ulama tsb, “Saya semalam memperhatikan anda shalat malam dan bermunajat kepada Allah, SWT untuk diturunkan hujan, siapakah anda sebenarnya?”
Namuan Si Tukang Sol Sepatu tidak mau menjawab, dan marah menunjukkan ketidaksukaannya kalau si ulama tadi ternyata memperhatikan dia semalam. Karena tidak suka maka ulama tadi pergi meninggalkannya. Setelah ulama tadi pergi , si tukang sol sepatu segera mengemas barang-barangnya dan meninggalkan kota madinah.
Besoknya ulama tsb datang lagi dan ternyata si tukang sol sepatu sudah tidak ada lagi di rumahnya.
Demikianlah kisah ketaqwann tukang sol sepatu, yg bisa kita jadikan teladan agar kita selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah,SWT khususnya di bulan ramadhan ini. Dan terakhir janganlah kita menganggap orang lain itu lebih rendah derajatnya apapun profesinya dibandingkan kita padahal bisa jadi orang lain tsb derajatnya tinggi di sisi Allah,SWT seperti tukang sol sepatu tsb.
Wallahua’lam