Minggu, 19 September 2010

Tanggung jawab

Manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab, dan juga adalah sebagai makhluk yang diberi beban tugas (mukallaf). Yang membebani tugas manusia adalah Allah dan juga dirinya sendiri.

Tanggung jawab lahir karena manusia diberi kebebasan untuk memilih dan diberikan seperangkat fasilitas dan potensi untuk mengemban tugasnya. Fasilitas tersebut adalah berupa hidayah. Hidayah inderawi berupa mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, kulit untuk meraba, lidah untuk merasa. Hidayah akal untuk memikirkan dan menemukan rumusan dan fenomena-fenomea. Hidayah agama berupa rumusan yang tidak dapat diindera oleh panca indera dan terbayang dalam fikiran. Semuanya diberikan oleh Allah kepada manusia agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Jadi betapa bijaksananya Allah memberikan sejumlah perangkat kepada manusia sebelum memberikan tugas kepada manusia.


Mengapa kita diberi tugas ? Karena kita mau, seperti yang diberi tahu oleh Allah dalam Surat Al-Ahzab
(33:72) “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat lalim dan amat bodoh” .

Ayat ini menggambarkan bahwa hanya manusialah yang mau menerima beban tugas kekhalifahan ini. Inilah tanggung jawab yang diberikan Allah kepada manusia.

Manusia juga menerima tanggung jawab kepada dirinya sendiri. Seperti contoh, mau menjadi suami atauisteri dengan sukarela, maka dia telah menerima tanggung jawab tersebut kepada dirinya sendiri. Seorang gubernur, bupati dan sebagainya juga menerima tanggung jawab kepada dirinya ketika menerima jabatan tersebut. Seorang dokter, insinyur punya tanggung jawab atas profesinya karena telah memilih dan menerima profesi itu.

Tanggung jawab berlaku seperti yang telah disebutkan diatas bila kita mau menerima tanggung jawab tersebut.Jika kita punya potensi untuk itu namun tidak mengambil tanggung jawab maka akan ditanya di akhirat nanti, mengapa dia tidak mengambil tugas tersebut. Apabila kita tidak mampu tapi mau menerima maka tanggung jawab terus mengikutinya. Ketidakmampuan manusia harus dapat diatasi oleh dirinya sendiri sehingga menjadi mampu mengemban tugas karena telah menerima tugas tersebut. Dosa apabila kita menerima tanggung jawab tapi sebenarnya kita tidak mampu. Seperti dosa kita apabila kita mau menikah tapi ternyata kita tidak mampu untuk memberikan nafkah kepada isteri dan keluarganya.

Tanggung jawab akan dilepaskan dari kita apabila kita tidak mampu untuk melaksanakannya. Karena itu, sebelum menerima tanggung jawab maka kita menanyakan terlebih dahulu apakah kita mampu untuk melaksanakannya, yang dalam bahasa lain dilakukan fit and proper test (uji kemampuan dan kelayakan). Kemudian setelah kita dinyatakan mampu, orang yang memberi tanggung jawab memberikan perangkat-perangkat yang dibutuhkan sehingga kita dapat megemban tugas tersebut. Orang yang tidak berakal, yang sedang tidur dan yang terpaksa tidak dituntut untuk bertanggung jawab.

Yang dituntut dari manusia adalah tanggung jawab yang bersifat wajib saja, sunnah tidak akan dituntut.
Tanggung jawab ada yang bersifat tanggung jawab perorangan dan juga ada tanggung jawab kolektif/masyarakat. Di akhirat nanti, tiap-tiap diri akan menerima catatan / kitab amalan dan hasil tanggung jawabnya masing-masing. Begitu juga dengan masyarakat, tiap-tiap umat mempunyai dan akan menerima kitabnya masing-masing. (Surat Al-Jatsiyah). Contoh tanggung jawab kita sebagai umat/masyarakat adalah, apabila ada orang yang mampu untuk duduk dalam kepemimpinan lokal maupun nasional namun orang tersebut tidak menerima jabatan tersebut dikarenakan tidak ada yang memilihnya, maka masyarakat akan ditanya oleh Allah mengapa tidak memilihnya ?


Tanggung jawab mempunyai dampak yang baik secara langsung dan juga tidak langsung apabila dilaksanakan dengan baik. Seperti tanggung jawab sebagai suami bisa dijalankan dengan baik, akan menciptakan keluarga yang bahagia. Tanggung jawab juga mempunyai sanksi apabila tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Pada umumnya tanggung jawab perorangan akan mempunyai sanksi di akhirat, seperti tanggung jawab sholat. Apabila tidak dilaksanakan sholat, akibatnya bukan di dunia tapi di akhirat kelak. Karena itu jangan heran, orang yang tidak melaksanakan sholat bisa tenang-tenang saja di dunia ini, karena akibatnya nanti.

Begitu juga dengan tanggung jawab masyarakat, pada umumnya sanksinya di dunia. Seperti misalkan tanggung jawab kita terhadap para pedagang yang memakai jalan raya / umum sebagai tempat dagangannya, tentunya sanksinya terhadap masyarakat adalah berupa kemacetan. Karena itu, Allah menegaskan di dalam Quran Surat Al-Anfaal (8:25)

“Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang lalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. “
… bahwa bencana akan mengenai tidak hanya pada orang-orang yang salah atau yang memang bertanggung jawab, tapi juga mengenai pada orang-orang yang tidak bersalah.

Karena itu, kejahatan dan keburukan perlu diperbaiki, perlu ada kontrol sosial pada masyarakat. Namun dalam mengubahnya tersebut kita perlu mengikuti prosedur-prosedur atau ketentuan-ketentuan yang berlaku. Hadits Nabi yang mengatakan ubahlah kejahatan tersebut dengan tanganmu apabila mampu, jika tidak mampu maka gunakan lidahmu, tidak mampu juga maka cukuplah dengan hatimu. Ubahlah dengan tanganmu dimaksudkan adalah para penguasa/pemimpin dan petugas yang berwenang. Dengan lidah setiap kita mampu, untuk menyampaikan bahwa itu salah, itu buruk baik di media pers atau melaporkan pada yang berwenang. Dengan hati, apabila tidak mampu semuanya, dengan demikian telah selesailah tanggung jawab kita sebagai masyarakat.



===========================================




Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS 8 : 27 )



Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. ( QS 4 : 58 )



Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ( QS 17 : 36 )



Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban. ( QS 43 : 44 )




------------------------------------------------------------------------




Orang-orang yang mengerjakan salat,


yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya,


dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,


bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),


dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,


dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.


Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).


Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,


kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.


Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.


Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.


Dan orang-orang yang jujur dalam memberikan kesaksiannya.


Dan orang-orang yang memelihara salatnya.


Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan. ( QS 70 : 22-35 )




----------------------------------------------------------------------------




Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,


(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,


dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,


dan orang-orang yang menunaikan zakat,


dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,


kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.


Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.


Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,


dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.


Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,


(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus.  Mereka kekal di dalamnya. ( QS 23 : 1-11 )

Putri siapa, istri siapa, dan ibunda siapakah Fatimah Azzahra?

Fatimah Azzahra binti Muhammad s.a.w

Putri siapa, istri siapa dan ibunda siapakah Fatimah Azzahra?

Fatimah adalah putri dari penghulu para nabi, dan seseorang yang terbaik di kalangan manusia, Muhammad bin Abdullah s.a.w. Fatimah mendapatkan sebuah kehormatan dengan menjadi putri dari Muhammad, Rasul Allah dan Khadijah, wanita pertama yang masuk Islam. Dia adalah istri dari Ali bin Abi Thalib yang telah Allah muliakan semenjak masih kecil. Ali semasa hidupnya tidak pernah menjadi penyembah berhala. Ali berjuang bersama Rasul s.a.w dari mulai baligh dan diangkat juga menjadi khalifah yang keempat. Fatimah juga adalah ibunda dari Hasan dan Husaiyn, para pemuda syurga.

Fatimah masih berusia lima tahun saat ayahnya diberi kehormatan oleh Allah untuk menjadi seorang nabi. Dia tumbuh dan menjadi saksi betapa ayahnya dihina dan diperlakukan buruk oleh orang-orang di sekitarnya.

Dia teramat mengasihani ayahnya dan mendukung perjuangan ayahnya. Tapi dukungan semacam apa yang bisa diberikan oleh seorang gadis yang umurnya saja masih kurang dari sepuluh tahun?

Kekejian yang pernah dirasakan oleh Fatimah adalah saat ia melihat ayahnya beribadah di sekitar Ka’bah. Saat Rasul sedang rukuk, datanglah orang Mekah yang bengis bernama ‘Uqbah bin Abi Ma’it melempari kepala Rasul dengan kotoran unta. Lalu semua orang yang berada di sana tertawa. Rasulullah s.a.w tetap dalam posisi rukuknya hingga Fatimah membersihkan kotoran yang baunya menyengat itu dari punggungnya. Beliau pun menyelesaikan shalatnya. Lalu beliau bangkit dan menghadap kepada orang-orang Quraysh itu dengan marah. Lalu mengatakan, “Ya Allah, balaslah orang-orang Quraysh itu. Ya Allah balaslah Abu Jahal, ‘Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, ‘Uqbah bin Abi Ma’it, dan Ubay bin Khalaf.” Orang-orang Quraysh itu sangat ketakutan dengan doa Nabi karena mereka sebetulnya yakin bahwa kata-katanya bukanlah isapan jempol saja. Beberapa tahun kemudian, saat terjadinya perang Badar, Fatimah melihat orang-orang yang disebut namanya dalam do’a Rasul itu terbunuh di sekitar sumur Badr. Allah membunuh mereka karena perilaku mereka yang jahat dan mendustakan Rasul.

Fatimah hidup dalam arena da’wah semenjak masih kecil dan ambil bagian dalam perjuangan sesuai dengan usia dan jendernya.

Karena merupakan anak paling kecil, Fatimah tinggal lebih lama dengan orang tuanya, saat ketiga kakak perempuannya sudah menikah. Nabi s.a.w selalu menyebutnya sebagai kesayangannya. Dan ketika wahyu yang berikutnya turun, yang berbunyi, “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (Q.S Asy-Syu’araa:214), maka beliau mengumpulkan orang Quraysh kemudian mengatakan,

 “Wahai orang-orang Quraysh, selamatkanlah dirimu dari api neraka, karena aku tidak dapat menyelamatkanmu dari hukuman Allah. Wahai Bani Abdul Manaf, aku tidak dapat memintakan pertolongan untuk kalian dari hukuman Allah. Wahai Abbas bin Abdul Muthallib, aku tidak dapat menolongmu dari hukuman Allah. Wahai Shafiyyah (bibi Rasul), aku tidak dapat menolongmu dari hukuman Allah. Wahai Fatimah, mintalah berapapun uang yang engkau mau, aku akan memberikannya, namun aku tidak dapat menolongmu dari hukuman Allah.”

Kata-kata beliau begitu berarti baginya. Kata-kata beliau memberikan perubahan yang dahsyat pada Fatimah!

Di kesempatan lain, ketika seorang wanita dari Bani Makhzum tertangkap karena mencuri, orang-orang Quraysh mengirim Usamah bin Zayd kepada Rasulullah untuk menegosiasikan tentang wanita tersebut kepada Rasul. Rasul s.a.w sangat marah dan kemudian memberikan orasi di depan banyak orang,” Demi Allah, jikalau Fatimah binti Muhammad mencuri pun, akan aku potong tangannya.”

Maksud Rasul adalah, meskipun pelaku pencurian itu adalah orang yang sangat disayanginya, namun beliau akan tetap menghukumnya. Hal ini membuktikan keadilan dalam Islam yaitu bahwa orang yang berasalah harus dihukum baik itu dari kalangan elit maupun rakyat biasa.

Fatimah hidup dalam sebuah rumah yang didirikan diatas kenabian, dia dibesarkan dalam pendidikan Qur’ani. Oleh karena itu, semua ajaran Islam tertuang dalam dirinya. Dia sangat diterima oleh orang-orang di sekitarnya, dan dia pun mencoba untuk menyebarkan da’wah di sekitarnya dalam usia yang begitun belia. Beliau s.a.w mengatakan, “Fatimah adalah bagian dari diriku, apa yang mengganggunya, menggangguku, dan apa yang menyakitinya, menyakitiku juga.” Beliau juga mengatakan dengan penuh kesungguhan, “Keempat wanita ini adalah wanita terbaik sepanjang masa: Maryam, Asiyah, Khadijah, dan Fatimah.”

Pernyataan ini sangat menyanjungnya karena dia termasuk dari keempat wanita yang terbaik dan merupakan putri dari salah satu dari empat wanita terbaik, yaitu Khadijah. Ini benar-benar sebuah kehormatan.

Semenjak saat itu, orang Quraysh menindas Kaum Muslimin dengan perlakuan yang lebih kejam lagi. Dan upaya yang mereka lakukan untuk menghancurkan penyebaran agama baru ini semakin parah.  Semakin mereka mengalami kegagalan, maka semakin liar saja kekejaman mereka. Kemudian Allah menghendaki agar beliau berhijrah dari tempat yang sangat dicintainya, yaitu Mekah menuju Madinah.

Dua kakak beradik yaitu Fatimah dan Ummu Kultsum ditinggalkan di Mekah menunggu Nabi s.a.w untuk memberikan izin kepada mereka untuk ikut serta dalam hijrah. Setelah Rasul mengizinkan mereka, lantas mereka pergi dengan hati yang sedih dan berlinangan air mata. Kedua gadis ini sangat terkejut dengan kebengisan orang Quraysh karena mereka menganggap bahwa anak laki-laki dan wanita mereka sudah dimurtadkan dari agama nenek moyangnya. Kebengisan itu salah satunya silakukan oleh Huwayrith bin Naqidh, yang mematahkan kaki unta yang sedang mereka tunggangi sehingga keduanya jatuh dan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki tanpa kendaraan.

Akhirnya Fatimah tiba di Madinah dengan keadaan letih dan sangat kelelahan. Fatimah menceritakan kejadian yang menimpanya dan permasalahan yang ia alami di perjalanan. Ketika Rasulullah s.a.w mendengar kejadian ini, maka beliau memerintahkan agar orang Quraysh itu dihukum.

Kejadian pada Fatimah dan Ummu Kultsum yang begitu menyedihkan bukanlah satu-satunya contoh kekejaman Quraysh terhadap muslimah. Sebelumnya, Abu Jahal pernah membunuh syahidah pertama, Sumayah binti Khabbath tanpa rasa malu. Orang Quraysh jug pernah menyerang Ummu Salamah dan memisahkannya dari suaminya, dan yang lebih kejam lagi mereka menyiksa anak Ummu Salamah tepat di depan kedua matanya.

Zaynab juga pernah diserang oleh orang Quraysh saat dia sedang dalam perjalanan ke Madinah. Serangan ini membuat Zaynab mengalami keguguran, dan kejadian ini membuatnya sakit dalam jangka waktu yang lama dan akhirnya meninggal.

Mereka yang berada di pihak Quraysh tetap menghormati bangsa itu dengan menyangkal pernah terjadinya kejahatan-kejahatan tersebut. Tapi kejadian-kejadian tersebut menunjukkan bahwa orang-orang Quraysh tersebut jauh dari kehormatan, terutama karena mereka tidak pernah menepati janji-janji pada orang yang beriman, baik pada wanita maupun pria.

Ini adalah agenda jahiliyah yang dilakukan oleh orang Quarysh, Yahudi, Kristen, dan bahkan orang-orang yang mengikuti budaya atau kebanyakkan orang. Karakteristik jahiliyah selalu sama di setiap zaman bahkan sangat mudah dikenali meskipun direkayasa atau ditutup-tutupi.

Di Madinah, Fatimah tinggal bersama dengan ayahnya dan Fatimahlah yang diberi tanggungjawab untuk mengurus rumah tangga Rasul. Fatimah melakukan tugasnya dengan sangat bahagia.

Ketika Fatimah hampir berusia delapan belas tahun, A’isyah bergabung dengan keluarga Rasulullah s.a.w sebagai istri beliau. Tentunya Fatimah tahu bahwa tanggungjawab mengurus rumah tangga sudah tidak lagi menjadi tanggungjawabnya dan digantikan oleh wanita baru yang berasal dari keluarga As-Siddiq. Hal ini tentunya membuat Fatimah kurang begitu bahagia, karena Fatimah sangat bangga dan senang menjadi pengurus rumah tangga Rasul. Pada saat yang bersamaan, banyak sahabat Rasul yang mendekati Rasul s.a.w untuk melamar Fatimah. Bahkan Abu Bakar dan Umar pun melamarnya, tetapi Nabi s.a.w memohon maaf terhadap mereka dengan cara yang sangat baik. Dari kejadian itu, banyak sekali orang yang membicarakan Fatimah dan perihal baiknya kualitas para sahabat Rasul yang telah datang melamarnya. Lalu banyak orang yang mengajukan kepada Ali untuk juga mencoba melamar Fatimah, lalu Ali bertanya pada mereka, “Aku melamar Fatimah setelah Umar dan Abu Bakar mencobanya?” ketika mereka mencoba mengingatkan Ali bahwa antara Ali dan Rasu terdapat hubungan kekerabatan, maka akhirnya Ali mencoba mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk melamar Fatimah. Ali duduk di samping Rasul dengan penuh rasa malu. Saat itu suasana begitu kaku. Lalu Rasul memecahkan kesunyian dengan bertanya, “Apakah gerangan yang Ali inginkan dariku?” Lalu dengan malu-malu Ali menyebut nama Fatimah. Dan diluar dugaan Ali, Rasul menjawab dengan singkat, “Selamat Datang.”

Ucapan selamat datang yang dikatakn Rasul membuat hati Ali menjadi tenang. Ali, dan juga teman-temannya faham bahwa yang dimaksud oleh Rasul adalah penerimaan atas diri Ali sebagai suami dari Fatimah dan ucapan itu pula berarti sebuah sambutan dari Rasul untuk bergabungnya Ali ke dalam keluarganya, meskipun Ali memang sebelumnya pun memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasul.

Nabi s.a.w bertanya kepada Ali, “Apa yang akan engkau berikan sebagai mahar?” Ali menjawab, “Saya tidak memiliki apapun yang bisa saya jadikan sebagai mahar.”

Rasul s.a.w bertanya, “Apakah engkau masih menyimpan baju besi dari Al-Hatmiyah yang aku berikan padamu? “Saya masih mnyimpannya” kata Ali. “Berikanlah kepadanya sebagai mahar baginya,” kata Rasul s.a.w.

Kejadian ini menjadi sebuah peristiwa yang besar. Ketika Ali hendak melamar putri dari sang nabi, tidak terfikir olehnya bahwa mahar akan menjadi sebuah rintangan baginya. Ali paham bahwa pernikahan di dalam Islam berdasar kepada nilai moral yang dimiliki seseorang dan bukan hartanya, sedangkan mahar sendiri hanyalah sebagai symbol ikatan pernikahan, bukan inti dari pernikahan. Rasulullah s.a.w pun bersabda, “Jika seseorang yang memiliki pemahaman agama yang baik dan juga akhlaq yang mulia datang menemuimu untuk melamar putrimu, maka terimalah ia.”

Apakah Rasul s.a.w menolak Ali r.a ketika ia mengatakan, “Saya tidak memiliki apapun untuk diberikan sebagai mahar” ? Apakah Rasul marah karena Ali berani melamar padahal tidak memiliki apapun? Bahkan Rasul mengingatkan dengan penuh kasih sayang kepada Ali agar baju besi yang dahulu beliau berikan pada Ali bisa dijadikan mahar untuk Fatimah.

Pernikahan menjadi begitu sederhana dalam masa itu. Tetap terdapat pengikat pernikahan, namun tidak memberatkan calon suami. Dan terbuktilah bahwa para wanita di sekeliling Rasul pada saat itu benar-benar wanita mulia yang memilih suami berdasarkan pemahaman diniyyahnya.

Kesederhanaan seperti ini berlangsung terus hingga munculnya era di mana para wanita lebih mementingkan jumlah mahar dan memberatkan sang calon suami. Oleh karenanya uang selalu menjadi hambatan bagi para pria untuk menikahi wanita dan demi menjaga kesucian.

Meskipun baju besi itu kemudian menjadi milik Fatimah, namun Fatimah tentu saja mengharapkan Ali lah yang akan menggunakannya saat ia harus bertempur di medan juang melawan para musuh Allah. Lalu apa keuntungannya bagi Fatimah menerima baju besi itu?

Saat hari pernikahan tiba, Ali menjual unta miliknya pribadi dan juga beberapa barang pribadinya hingga mencapai empat ratus delapan dirham. Ketika Rasul s.a.w mendengar hal ini, beliau lalu berkata, “Belanjakan duapertiganya untuk membeli parfum dan sisanya untuk kebutuhan rumah tangga.” Rasul s.a.w memang terkenal menyukai minyak wangi dan mengharapkan agar para pengikutnya pun berlaku demikian. Inilah mengapa Rasul meminta Ali untuk banyak menggunakan parfum di hari pernikahannya.

Rasul pun mengatakan kepada Ali, “Wahai Ali, resepsi pernikahan membutuhkan jamuan.” Lalu orang-orang di sekeliling Ali menawarkan bantuan dengan sukarela. Sa’id seorang Anshar memberikan kambingnya dan orang yang lainnya menyumbang gandum.

Hari itu adalah hari yang indah, semua orang berbahagia. Mereka berkumpul menikmati jamuan di tempat yang sangat harum semerbak. Rasul s.a.w teramat mencintai Fatimah sehingga beliau menata ruangan untuk Fatimah dan Ali dengan sangat baik.

Ketika malam hari tiba, Rasul berpesan pada Ali agar jangan dulu menemui Fatimah sebelu menemui beliau. Ali melaksanakan permintaan Rasul. Lalu Rasul memercikkan air kepada Ali dan mengatakan, “ Semoga pasangan ini diberikan kebahagiaan dan Allah memberkahi mereka serta keturunannya.” Lalu Rasul mendatangi Fatimah yang sedang merasa malu untuk bertemu dengan Ali. Rasul berkata padanya, “Wahai Fatimah, aku akan segera berpisah denganmu, namun aku bahagia karena kau menikahi salah satu kerabatku yang terbaik.”

Itulah Rasulullah, beliau meyakinkan Fatimah bahwa beliau sudah melaksanakan tugasnya sebagai seorang ayah dengan baik, yaitu mencarikan pasangan untuk putrinya berupa seorang pria yang shaleh.

Pernikahan Fatimah dan Ali adalah peristiwa bersejarah. Belum ada pernikahan yang begitu indah. Dan pernikahan ini pun banyak mempengaruhi kejadian-kejadian yang terjadi di hari-hari berikutnya. Oleh karenanya era setelah Fatimah menikah ini bahkan diberi sebutan: Dinasti Fatimah.

Di dalam rumah yang didiami oleh pasangan penuh berkah ini, tidak ada harta benda yang banyak. Yang mereka miliki hanya tempat tidur terbuat dari kulit, dua buah gelas untuk minum dan dua tepat makan. Mereka pun  terbiasa untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah mereka berdua saja. Hingga ketika terdengar kabar bahwa Rasul datang ke Madinah dengan membawa twanan perang dan saat itu Ali merasakan sakit di dadanya karena kelelahan, barulah Ali meminta Fatimah agar ayahnya berkenan memberikan satu orang tawanan perang itu untuk membantunya bekerja.

Fatimah pun berkata, “Jika saja memang suamiku tidak sakit dan tanganku tidak luka akibat peralatan ini, aku tidak akan meminta satu orang pun untuk membantu kami.”

Ketika tiba di rumah Rasul, Fatimah hanya terdiam duduk di samping Rasul. Lalu dengan lembut Rasul menyapanya, “Ada apa gerangan kau datang kemari, putriku?”Sebetulnya Fatimah sangat malu, namun akhirnya ia berujar, “Saya datang untuk meminta sesuatu padamu, tapi tidak jadi saja, saya terlalu malu.” Fatimah pun segera pulang menemui suaminya.

Suaminya bertanya apakah harapan mereka dipenuhi atau tidak, lalu Fatimah berkata, “Aku terlalu malu untuk memintanya.” Ali menggenggam tangan Fatimah dengan lembut lalu menuntunnya kembali ke rumah ayahnya. Ali berkata pada Rasul, “Jika saja dadaku saat ini tidak sakit, maka aku tidak akan berani meminta salah satu tawanan perang yang engkau bawa untuk membantu kami.” Lalu Rasul berkata, “Demi Allah, tidak akan kuberikan mereka padamu padahal aku tahu bahwa orang-orang As-Suffah lebih membutuhkan mereka.” Ini artinya Rasul tidak memberikan apa yang mereka pinta. Tetapi mereka sama sekali tidak sakit hati karena mereka paham alasan Rasul adalah demi mengutaakan orang yang lebih membutuhkan. Mereka pun pulang dengan tangan kosong. Namun ternyata asul mengikuti mereka dari belakang hingga mereka memasuki rumah. Lalu Rasul berkata, “Aku memang tidak menolong kalian dengan memberikan apa yang kalian perlukan, tapi ada hal yang akan lebih menggembirakan kalian dibandingkan permintaan kalian itu. Ini adalah kalimat yang Jibril ajarkan kepadaku. Apakah kalian ingin aku mengajarkan pada kalian?” “Tentu” sahut mereka. “ Biasakanlah mengucapkan SubhanAllah sepuluh kali, Alhamdulillah sepuluh kali, dan Allahu akbar sepuluh kali setiap selesai shalat. Dan ketika hendak tidur bacalah SubhanAllah tiga puluh tiga kali, Alhamdulillah tiga puluh tiga kali, dan Allahu akbar tiga puluh empat kali.”

Rasul menghibur hati mereka yang sedih dan mengobati luka fisik mereka karena lelah dengan memberikan sebuah ikatan batin yang kuat yang akan menghubungkan mereka dengan Allah. Mereka nampak sangat bahagia dengan pemberian Rasul itu. Rasul pun merasa bisa meninggalkan mereka karena keadaan sdah menjadi bahagia. Rasul tenang dan pulang ke rumah beliau.

Mereka selalu melakuan apa yang Rasul perintahkan dan hal itu menjadi penenang saat mereka mengalami kesedihan. Bahkan ketika mereka hendak tidur, selimut yang mereka miliki tidak mampu menutupi sekujur tubuh mereka dan kedinginan pun terasa. Saat seperti itu mereka mempergunakan apa yang Rasul berikan untuk menghangatkan diri mereka.

Rumah Fatimah selalu dipenuhi dengan kebahagiaan, terutama setelah lahir Hasan Husain, Ummu Kultsum, dan Zaynab. Anak-anak itu membuat hati Ftimah, Ali dan Rasul diliputi kebahagiaan yang luar biasa.

Hari demi hari, kejayaan Islam semakin meluas, hampir semua jazirah Arab dikuasai oleh Islam. Dan ketika beita gembira itu datang, Fatimah selalu mengunjungi rumah ayahnya dan memberikan selamat kepada beliau. Rasul akan menyambut Fatimah dan anak-anaknya dengan sambutan yang hangat seperti yang diceritakan oleh A’isyah:

“ Suatu hari, kami semua—para istri Rasul berkumpul di sekeliling Rasul, tak satupun dari istri Rasul yang tidak ada di sana. Lalu Fatimah datang dengan anak-anaknya. Rasul berkata, “Selamat datang, wahai putriku.” Lalu Rasul duduk di samping kanan Fatimah dengan wajah yang sangat ceria. Setelah itu Rasul berbisik padanya hingga Fatimah menangis tersedu, lalu Rasul memeluknya, dan berbisik lagi hingga Fatimah tersenyum. Saya pernah bertanya kepada Fatimah tentang bisikan Rasul itu, namun ia menjawab, “Aku tidak akan membuka sesuatu yang dirahasiakan oleh Rasul kepadaku.” Hingga saat ketika Rasul wafat, akhirnya saya bertanya hal yang sama pada Fatimah. Lalu akhirnya ia mengatakan, “Baiklah, akan aku ceritakan sekarang. Saat engkau melihat aku menangis, Rasul mengatakan,” Jibril mendatanginya satu atau dua kali dalam satu tahun untuk mebacakan wahyu kepada beliau, dan pada tahun tersebut, Jibril sudah mendatanginya sebanyak dua kali sehingga  Rasul merasa ajalnya sudah dekat, dan beliau mengatakan padaku, “Takutlah kepada Allah dan bersabarlah.” Rasul mengharapkanku menjadi penerus perjuangannya. Lalu aku menangis. Kemudian Rasul berkata,”Fatimah, tidakkah engkau berbahagia karena engkau akan menjadi pemimpin para wanita shalihah untuk umat ini?” Pada saat itulah engkau melihatku tersenyum.” (Shahih Muslim, 6004).

Fatimah wafat setelah enam bulan wafatnya Rasul. Fatimah wafat pada bukan ramadhan tanggal 3 pada tahun 11 Hijriyah. Ia wafat pada usia dua puluh sembilan tahun. Tidak ada teman yang sangat dekat dengan rasul selain Fatimah, beliau sangat saying padanya. Oleh karenanya para sejarawan dan penyair menyebutnya Fatimah A-zahra.

Ya, Fatimah yang begitu mulia. Tangannya bekerja sementara mulutnya membaca Al-Qur’an, dikaruniai suami yang begitu lembut hatinya yang pernah menyantuni fakir miskin sehingga tidak bersisa makanan untuk mereka sendiri, betapa mulianya. Dikaruniai para putra yang menjadi pemimpin jihad.

Semoga Allah selalu meridahainya…

Bintang kutub adalah kompas dari langit

Begitu banyaknikmat allah di sekeliling kita, tetapi kita tidak menyadarinya atau kita berterima kasih Tuhan untuk itu, salah satu berkat-berkat ini adalah bintang kutub. Ini luar biasa ...


Salah nikmat Allah SWt adalah bahwa Allah diberikan segala sesuatu bagi kita ... Dia diberikan sungai, laut, tanaman, binatang dan Dia bahkan berikan bintang-bintang dengan tujuan untuk mengetahui arah. Salah satu bintang ini adalah bintang kutub.

Ini adalah foto dari bintang kutub di mana banyak orang ditunjuk padakegelapan darat dan di lautan. Para ilmuwan mengatakan bahwa bintang kutub sangat besar dan menyebar cahaya yang lebih kuat dua ribu kali dari cahaya matahari, tetapi buntang tersebut di sertai dengan bintang kerdil (ab) dan tidak jauh lagi ada bintang (b) sehingga sistem bentuk trio bintang kutub yang siklus dan arus dalam sistem yang unik.

Bintang kutub ini jauh sekitar 430 tahun cahaya, yaitu cahaya yang dipancarkan bintang ini memakan waktu 430 tahun untuk mencapai bumi, jika kita menganggap bahwa bintang ini akan meledak hari ini maka penduduk bumi akan melihat acara ini setelah 430 tahun !



Foto ini mengungkapkan bintang jatuh , kita selalu melihat bintang di utara, dan Allah berikan untuk manusia sebagai kompas untuk membantu mereka dalam perjalanan mereka di malam hari apakah di gurun atau laut.

Semua fitur tersebut telah membuat  kompas di kutub utara dari langit oleh manusia  mengetahui arah selama perjalanan di laut, astronom sampai sekarang menggunakan kutub ini menempatkan posisi bintang-bintang lainnya, para pilot dan astronot menggunakannya juga .

Karunia ini disebutkan dalam Quran: Allah berfirman

"dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.  (Al Nahl 16. )
 Jadi bisa Anda menghargai rahmat yang besar ini? Kemuliaan bagi Tuhan! Meskipun ayat-ayat yang jelas, kita masih melihat orang-orang yang mendustakan itu berkat Tuhan dan menolak keberadaan pencipta besar, bagi mereka Allah berfirman:

 Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa) ?. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.   (Al Nahl 17-18.)
 (Al Nahl 17-18.)

KEAJAIBAN SEL SARAF



Orang yang melihat pada desain ajaib dari sel saraf, akan merasakan kebesaran sang pencipta,yang maha agung dan yang maha bijaksana. saraf memiliki cabang-cabang yang keluar dari selnya






Gambar mikroskopik dari sel saraf otak, para ilmuwan menegaskan bahwa otak mengandung dari satu triliun lebih sel saraf. Dan melihat bagaimana ada cabang atau link yang muncul dari sel saraf, cabang sel saraf ini adalah transmisi informasi antara sel-sel. Ini adalah desain presisi tinggi dan kompleksitas.
Maha agung  Allah yang menciptakan sel-sel ini dan memberi mereka bentuk cocok untuk bekerja, dan tanpa bentuk ini tidak akan mungkin bagi kita untuk berpikir, memahami dan belajar. Allah berfirman:

55:1. (Tuhan) Yang Maha Pemurah,

55:2. Yang telah mengajarkan Al Qur'an.

55:3. Dia menciptakan manusia,

55:4. Mengajarnya pandai berbicara.


Di sini kita bertanya: siapakahyang memberikan sel ini bentuk dan dibimbing untuk bekerja dengan benar?
Bayangkan bahwa otak manusia mengandung lebih dari 1000000000000 sel (satu triliun), semuanya berhubungan satu sama lain dan bekerja bersama tanpa cacat atau kesalahan, tidak Dia yang berkata: 

Musa berkata: "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.[Surat Taha, ayat 50]?!
--------------------

====================================

Iman yang teguh tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus di cari di bina dan perkuat agar selalu Istiqomah.
cara yang terbaik ialah menyampaikan, mengucapkan secara langsung hal-hal yang menyangkut kekuasaan,keagungan kemuliaan Allah, membaca Kitabullah; mengkajinya , mentadabburi makna dan hukum-hukumnya, mengkaji sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم dan mengaetahui rician syariat darinya

RINGKASAN KITAB BID'AH DAN KHUFARAT DI INDONESIA (Abu Umar Abdillah)

MENGENAL BID’AH
Mirip Syari’at Tetapi Sesat
Pengertian bid’ah secara bahasa berarti sesuatu yang baru atau membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Dalam tinjauan bahasa memang mobil itu bid’ah, microphone itu bid’ah, computer itu bid’ah, hanphone juga bid’ah. Akan tetapi bukan ini yang dimaksud oleh Nabi. Bid’ah yang dimaksud Nabi adalah bid’ah dalam tinjauan syar’i.
Adapun bid’ah dalam tinjaun syar’i, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Asy-Syatibi dalam kitab Al-I’tisham Bid’ah adalah suatu cara beragama yang mirip dengan syari’at yang dengan melakukannya seseorang bermaksud melakukan ibadah kepada  Allah.

Bid’ah Adalah Musibah
Berkembangnya bid’ah-bid’ah adalah musibah. Bahkan tak ada yang lebih menyesakkan dada para ulama melebihi kesedihan mereka ketika melihat munculnya bid’ah. Ibnul Mubarak berkata: “kita mengadu kepada Allah akan perkara besar yang menimpa umat ini, yakni wafatnya para ulama’ dan orang-orang yang berpegang kepada sunnah, serta bermunculannya bid’ah-bid’ah.”
Abu Idris Al-Khaulani berkata: “Sungguh melihat api yang tak biasa kupadamkan lebih baik bagiku daripada melihat bid’ah yang tak mampu aku padamkan.”
Bid’ah menjadikan pelakunya semakin jauh kepada Allah. Hasan Al-Bashri mengungkapkan, “Bagi para pelaku bid’ah, bertambahnya kesungguhan ibadah (yang dilandasi bid’ah), hanya akan menambah jauhnya kepada Allah.”
Mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap bid’ah ini, mendekati wafatnya Nabi memberikan beberapa wasiat, diantaranya,
وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
”Jauhilah oleh kalian perkara yang diada-adakan, karena sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Antara Bid’ah dan Ikhtilaf Ulama’ (Perbedaan Pendapat Ulama)
Bid’ah tidaklah sama dengan ikhtilaf para ulama. Bid’ah harus diingkari dan dicegah, sedangkan ikhtilaf yang merupakan hasil ijtihad di kalangan ulama tidak boleh dicegah atau diingkari sebagaimana mengingkari maksiat. Qunut subuh misalnya, tidak selayaknya kita mengingkari orang yang melakukannya seperti kita mengingkari kemungkaran atau bid’ah. Karena nyatanya hal itu diperselisihkan ulama tentang kesunnahannya. Begitupun juga dengan ikhtilaf dalam hal tahiyat, menggerakkan jari atau tidak. Juga ketika berdiri dari rukuk, bersedekap atau tidak.
Hal ini berbeda dengan perkara bid’ah yang nyata diada-adakan. Seperti berkumpul pada hari ke-7, ke-40 atau ke-100 hari orang yang meninggal dunia. Karena tidak ada dalil ke-sunnahannya, tidak ada pula ulama terdahulu yang menganjurkannya. Bahkan para sahabat menganggapnya sebagai nihayah (meratapi mayit). Jarir bin Abdillah al-Bajali berkata,
كُنَّا نَرَى الِاجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ مِنْ النِّيَاحَةِ
“Kami (para sahabat) menganggap bahwa kumpul-kumpul di tempat keluarga mayit dan membuat makanan (jamuan) setelah dikuburkannya mayit termasuk nahiyah (meratapi mayit).” (HR. Ibnu Majah no. 1601, disahihkan oleh Al-Albani dalam Talkhish Ahkam Al-Jana’iz, hal. 73)

Menyoal Bid’ah Hasanah
Sebagian orang berpendapat bahwa bid’ah terbagi menjadi dua, yaitu bid’ah hasanah dan bid’ah sai’ah (bid’ah buruk dan bid’ah baik). Padahal Nabi tidak pernah memperkenalkan kepada umatnya tentan pembagian bid’ah ini. Dengan tegas Rasulullah bersabda
وَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“…..karena sesungguhnya setiap bid’ah itu sesat.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)
Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits ini merupakan kaidah agama yang berlaku mutlak.
Adanya bid’ah hasanah sering dialamatkan kepada sahabat Umar bin Khothab yang mengatakan tentang shalat tarawih, “Ni’matul bid’ah hadzihi,” sebaik-baik bid’ah adalah ini. Hal ini dapat terbantahkan dari berbagai sisi.
Pertama: kalaupun maksud perkataan Umar adalah yang seperti mereka maksudkan, maka tidak boleh mengkonfrontir hadits Nabi dengan perkataan sahabat. Abdullah bin Abbas pernah berkata, “Hampir-hampir hujan batu menjatuhi kalian dari langit, aku katakana ‘Rasulullah bersabda’, kalian menyanggahnya dengan ‘Abu Bakar berkata’.”
Kedua: yang dimaksud Umar adalah bid’ah dengan pengertian bahasa, bukan bid’ah secara syar’i.
Ketiga: shalat tarawih berjama’ah yang dianjurkan Umar, tidak dikatakan sebagai bid’ah secara syar’i. karena amalan itu ada contohnya dari Nabi.

Beda Bid’ah Dengan Al-Maslahah Al-Mursalah
Pembolehan bid’ah sering dialamatkan kepada para sahabat maupun tabi’in, lalu itu dijadikan alasan untuk membuat syariat-syariat baru. Yang paling sering dijadikan alasan mereka adalah sejarah Jam’ul Qur’an (pengumpulan Al-Qur’an), yang termasuk bentuk dari al-maslahah al-mursalah.
Al-Maslahah al-Mursalah diberlakukan untuk menjaga perkara yang bersifat dharuri dan bertujuan untuk raf’ul haraj (menghilangkan keberatan) dalam menjalankan ketentuan syari’at. Hal ini berbeda dengan bid’ah yang diada-adakan meskipun dianggap sebagai maslahah mursalah oleh orang yang tidak memahami perbedaan diantara keduanya.

MENGENAL KHURAFAT
Orang Arab, dahulu mempercayai bahwa perilaku burung merupakan isyarat akan nasib seseorang. Jika mereka hendak pergi, mereka menerbangkan burung. Jika burung terbang ke arah kanan, itu bertanda baik, mereka pun berangkat. Tapi jika terbangnya ke arah kiri, maka mereka mengurungkan kepergiannya karena itu dianggap bertanda buruk. Inilah yang disebut dengan thiyarah yang dihukumi syirik oleh Nabi
مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ عنْ حَاجَته فَقَدْ أَشْرَكَ
”Barangsiapa yang mengurungkan keperluannya takut kesialan, maka ia benar-benar telah berbuat kemusyrikan.” (HR. Ahmad)
Adapun orang sekarang, menganggap bahwa kejatuhan cicak dianggap firasat buruk, begitupun bila seseorang bertemu dengan ular  yang melintas di jalan. Khurafat juga terjadi dalam hal yang dianggap bagian dari keyakinan islam. Seperti kesaktian Qulhu sungsang, khadam asma’ul husna, mujarabat, rajah arab yang dianggap mampu menjaga rumah dll.
Firasat Memang Ada
Kalangan ulama tidak mengingkari adanya firasat yang dimiliki oleh orang mukmin, apalagi ada hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang berbunyi,
اتَّقُوا فِراسَةَ المؤمن ، فإِنه يَنظُرُ بنورِ اللّه
“hati-hatilah dengan firasatnya orang mukmin, karena dia melihat dengan cahaya Allah.” (HR. Tiimidzi, hadits gharib)
Hanya saja, hakekat dan bagaimana terjadinya firasat sangatlah berbeda dengan apa yang dipahami oleh orang-orang yang mempercayai hubungan ‘kedutan’ dengan peristiwa yang sedang dan akan terjadi. Para ulama tidak menyebutkan bahwa firasat itu hadir dengan sinyal dari gerakan tubuh tertentu, arah angin tertentu atau suara burung tertentu. Bahkan mengkaitkan ‘kedutan’ dengan peristiwa tertentu lebih layak dikatakan sebagai ‘tathayur’ yang merupakan suatu kesyirikan .

BID’AH DAN KHURAFAT DI INDONESIA
Diantara bid’ah dan khurafat yang terjadi di Indonesia adalah sebagai berikut:
Kualat Karena Melanggar Adat
Sebagian orang menganggap bahwa upacara adat lah yang bisa menjaga keamanan dan kesejahteraan mereka. Meninggalkannya berarti, siap menuai petaka. Jika ditanya mengapa adat atau ritual itu diberlakukan, biasanya jawabannya setandar. Kadang dalam rangka tasyakuran atau tolak balak. Tapi kenapa cara seperti itu yang dipilih bukan cara yang ditunjukkan oleh islam? Jawabannya hampir bisa dipastikan, “adatnya sejak dulu ya seperti ini!” persis dengan kaum musyrik tempo dulu. Allah berfirman,
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi Kami hanya mengikuti apa yang telah Kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. (QS. Al-Baqarah 170)

Cegah Bencana Dengan Ritual Tolak Balak
Ritual yang dimaksud adalah sesaji untuk taqarrub kepada jin yang mereka anggap berkuasa di tempat itu. Seakan jin-jin itu mampu mengendalikan alam, mampu mendatangkan banjir, mampu menjadikan gempa bumi dan tanah longsor. Ini adalah keyakinan syirik paling berat yang bahkan tidak dilakukan oleh orang-orang musyrik. Orang-orang musyrik dahulu menyekutukan Allah dalam beribadah, tapi mereka tetap meyakini, bahwa yang mengendalikan semua urusan adalah Allah. Firman Allah Qs. Yunus 31

Hilangkan Mimpi Buruk Dengan Membalik Bantal
Mereka meyakini dengan membalik bantalnya, maka arah mimpi menjadi berubah atau ‘epesode’nya berganti. Ada pula yang berkeyakinan, dengan membalik bantal, maka apa yang dialami dalam mimpi tidak menjelma di alam nyata. Bagaimana islam menjelaskan kejadian seperti ini, lalu bagaimana solusinya?
Nabi telah menjelaskan bahwa mimpi baik itu adalah dari Allah, sedang mimpi buruk itu dari setan. Rasulullah bersabda,
“Mimpi baik itu dari Allah, sedang mimpi buruk itu dari setan. Jika salah satu di antara kalian bermimpi yang tidak disukai, maka hendaknya menghembuskan (dengan sedikit ludah) kekiri tiga kali, lalu membaca ta’awudz kepada Allah dari keburukannya, niscaya mimpi buruk itu tidak akan memadharatkannya.” (HR. Muslim)

Menanam Kepala Kerbau
Mereka meyakini bahwa tradisi menanam kepala kerbau seolah suatu keharusan yang mengiringi momen-momen penting. Seperti peletakan batu pertama suatu bangunan, pembangunan jembatan, ritual sedekah bumi maupun tradisi larung untuk sedekah laut, kepala kerbau hampir menjadi inti dari sesaji. Dalam hal ini Rasulullah bersabda,
وَلَعَنَ الله مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ الله
“Dan Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) untuk selain Allah.” (HR. Muslim)

Sial Karena Terkena Hukum Karma
Dalam bahasa sansekerta, karma berarti perbuatan. Dalam arti umum, meliputi semua kehendak (baik dan buruk, lahir dan batin, pikiran, kata-kata atau tindakan). Karma dikenal juga dengan hukum sebab-akibat. Mereka yang percaya karma yakin bahwa di masa yang akan datang orang akan memperoleh konsekuensi dari apa yang telah diperbuat di masa lalu.
Sepintas ajaran ini mirip dengan Islam, yang mengenal istilah ‘al-jaza’ min jinsil amal’, bahwa hasil itu sepadan dengan usaha yang dilakukan. Padahal ada perbedaan menyolok antara karma dan kaidah islam tersebut. Karma adalah bagian dari kepercayaan Hindu-Budha. Karma tidak terpisahkan dengan ajaran reinkarnasi, yang menyatakan bahwa setelah seseorang meninggal akan kembali ke bumi dalam tubuh yang berbeda. Jadi, mereka meyakini hidup berulang kali di dunia, mesklipun dengan wujud yang berbeda. Tentang nasib, tergantung karma yang diperbuatnya dikehidupan sebelumnya.
Dalam Islam misibah yang menimpa, memang kadang bisa diartikan dengan balasan, tapi kadang pula berarti pembersih dosa dan terkadang berarti ujian. Orang yang terlanjur berbuat dosapun tidak menutup kemungkinan untuk bertaubat, sehingga efek dosa bisa tercegah, baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam

Musibah Karena Mendahului Kakanya Menikah
Mereka meyakini bahwa hal ini akan menjadikan kakaknya tidak laku, dan sang adik juga akan menerima akibatnya karena lancang melangkahi kakaknya menikah. Sebagian yang merasa terpaksa ‘melanggar’ adat itu mengharuskan sang adik untuk mengadakan ritual plangkahan. Adapun islam mengajarkan untuk menyegerakan jika dirasa sudah mampu. Tidak menjadi soal apakah ketika menikah kakaknya telah menikah atau belum.

Selamatan  Tujuh Bulan Dalam Kandungan
Orang jawa menyebutnya dengan mitoni. Menurut para pelakunya, ritual ini merupakan bentuk syukur kepada sang Pencipta yang telah menyelamatkan ibu dan calon bayi hingga berumur tujuh bulan. Harinya pun dipilih hari ‘baik’ bukan sembarang hari. Bentuk ritualnya bermacam-macam, dari ritual siraman, calon ibu berganti pakaian dengan 7 motif, lalu para tamu diminta untuk memilih motif mana yang paling cocok.
Tujuan untuk bersyukur tidaklah menjadikan ritual itu layak diikuti. Karena tujuan yang benar harus ditempuh dengan cara yang benar pula. Lalu bagaimana cara mensyukuri yang benar? Tak ada ritual khusus, waktu khusus atau tempat khusus. Hendaknya memperbanyak tahmid dalam segala kondisi, dan jika suatu kali mendapatkan suatu perkara yang tidak disukai hendaknya membaca Alhamdulillah ‘ala kulli haal, segala puji bagi Allah dalam segala keadaan.

Kokok Ayam Ditengah Malam, Isyarat Wanita Hamil Di Luar Nikah
Kepercayaan seperti ini biasanya terjadi karena hasil utak-atik orang terhadap perkara yang dianggap ganjil. Misalnya secara kebetulan ada kejadian yang berbarengan. Keyakinan seperti ini tidaklah dibenarkan karena tidak berlandaskan dalil.

Sesaji Untuk Bersyukur
Diantaranya adalah sesaji sebagian para nelayan untuk “Dewi Roro Kidul”, penguasa pantai selatan dan juga sesajinya para petani untuk “Dewi Sri”, yang diyakini telah menguningkan padi mereka. Sesajian ini adalah termasuk dari kesyirikan.

Nyadran Dan Padusan Di Penghujung Sya’ban
Sebagian warga di Magelang misalnya, mereka melakukan ritual sadranan di puncak Gunung Tidar. Konon di sana terdapat petilasan Syekh Subakir.
Selain nyadran ada juga ritual yang di sebut dengan “padusan” / mandi sebelum memasuki bulan ramadhan. Padahal ritual ini tidak pernah diajarkan Islam.

Sial Karena Kejatuhan Cicak
Mereka meyakini, ketika kejatuhan cicak, maka bertanda mereka akan mendapatkan musibah. Sebagai penangkal mereka segera memburu cicak tersebut dan menyobek mulutnya, supaya musibah tidak jadi menimpanya. Hal ini disebut juga dengan tathayur yang dilarang dalam Islam.
Nabi bersabda barang siapa mengurungkan keperluannya karena thiyarah, maka dia telah berbuat kesyirikan,” lalu para sahabat bertanya. “lalu apa tebusannya wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “hendaknya engkau membaca,
اللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ، وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ، وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ
“Ya Allah, tiada nasib baik kecuali nasib baik (dari)Mu, tiada thiyarah kecuali thiyarah-Mu dan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Ahmad)

Bintang Beralih Tanda Kematian
Keyakinan seperti ini telah ada sejak zaman jahiliyah terdahulu. Ketika Nabi bersama para sahabatnya sedang duduk-duduk, tiba-tiba terlihata di langit ada bintang beralih, maka beliau bersabda, “Apa yang kalian katakana di masa jahiliyah dahulu ketika melihat yang demikian?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui, dahulu kami mengatakan bahwa pada pada malam itu telah lahir seorang pria agung dan telah wafat laki-laki yang agung pula.”
Sebagai koreksi dari keyakinan jahiliyah tersebut, Nabi bersabda, “Bintang itu dilempar bukan karena seseorang yang mati ataupun lahir, akan tetapi Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala ketika memutuskan perkara maka bertasbihlah para malaikat penyangga Arsy, kemudian bertasbihlah para penduduk langit di bawah mereka, hingga suara tasbih tersebut sampai penduduk langit dunia ini. Kemudian para malaikat yang berada di bawah penyangga Arsy bertanya kepada para penyangga Arsy, “Apa yang telah difirmankan oleh Rabb kalian?” Lalu merekapun mengabarkan tentang apa yang telah Dia firmankan. Maka sebagian penduduk langit mengabarkan kepada sebagian yang lain sehingga kabar tersebut sampai ke langit dunia, ketika itu jin mencuri dengar tentangnya untuk dibisikkan kepada walinya (dukun), lalu dia dilempar dengan bintang tersebut. Maka jika mereka (berhasil mendengar) kemudian mengabarkan sesuai yang didengar maka beritanya benar, akan tetapi mereka suka membuat-buat dan menambahnya.” (HR.Muslim)

Tukar Cincin Pernikahan
Upacara tukar cincin menjadi tradisi wajib bagi banyak kalangan, termasuk kaum muslimin. cinci pernikahan pun sebagai barang bertuah yang memiliki arti sakral. Berbagai mitos tentang cincin inipun berkambang di masyarakat. Konon, cincin pernikahan itu bisa menjadi sebab kelanggengan bahtera rumah tangga. Bila ini yang diyakini maka mereka telah terjebak kepada ksyirikan karena menganggap cincin bisa mendatangkan manfaat ataupun madharat.
Tukar cincin meskipun telah berkembang di kalangan kaum muslimin, bukanlah berasal dari aturan islam atau teladan Nabi. Bahkan merupakan ritual yang memiliki nilai religius dikalangan umat Nasrani. Maka melakukannya berarti menyerupai mereka, padahal Nabi bersabda dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.”

Sakit-Sakitan Karena Tak Kuat Menyandang Nama
Sebagian orang Jawa meyakini, tidak semua nama baik itu cocok untuk disematkan setiap anak. Ketika mereka melihat anaknya sakit-sakitan berkepanjangan, segera mungkin mereka mengubah nama anaknya. Karena mereka meyakini tidak adanya kecocokan nama anaknya dengan aura pemiliknya.
Di dalam Islam, tidak  dipungkiri bahwa nama memiliki pengaruh bagi pemiliknya. Seringkali ada kesesuaian antara nama dan yang diberi nama. Tetapi pengaruh tersebut lebih kepada makna yang dikandung didalmnya. Islam melarang nama-nama yang berkonotasi buruk.

Tabur Bunga Di Atas Pusara
Sebagian orang islam melakukan hal ini dengan berkeyakinan supaya penghuni kubur diringankan siksaanya. Beralasan dengan perbuatan Rasulullah ketika melewati dua kuburan yang sedang disiksa, kemudian beliau megambi pelapah kurma dan membelahnya menjadi dua bagian dan menancapkan kepada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya wahai Rasulullah, mengapa Anda melakukan itu?” beliau bersabda, “Agar keduanya diringankan siksanya selagi pelapah kurma itu masih basah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika dengan landasan hadits itu seseorang menaburkan bunga di atas kuburan, berarti dia telah berprasangka buruk kepada mayat. Seakan dia memvonis bahwa si penghuni kubur tengah menghadapi siksa. Sedangkan Nabi melakukan hal demikian atas dasar pengetahuan beliau bahwa kedua penghuni kubur telah disiksa.

Reinkarnasi
Reinkarnasi adalah keyakinan tentang regulasi ruh, yakni ruh orang yang telah mati akan menitis kepada makhluk lain. Bisa berwujud manusia, bisa pula hewan maupun batu. Ajaran ini dikenal dalam agama Hindu. Dalam agama Budha dikenal dengan istilah tumimbal lahir (rebirth). Dalam dunia kejawen juga banyak beredar dongeng tentang reinkarnasi dengan sebutan ‘titisan’. Tentu karena masih mewarisi budaya Hindu.

Kembali Suci Setelah Idul Suci
Definisi ‘kembali suci’ hanya masyhur di kalangan masyarakat Indonesia. Kitab-kitab para ulama’ tak ada yang menampilkan definisi idul fithri sebagai hari kembali suci. Kesalahan terjadi karena kata fithri dianggap sama dengan fithrah, padahal berbeda. Setidaknya hal ini dapat dilihat dalam kamus Arab-Indonesia Al-Munawwir halaman 1142, disebutkan bahwa makna al-fithru adalah berbuka sedangkan al-fithrah adalah bermakna sifat pembawaan (yang ada sejak lahir), fithrah. Berarti makna makna idul fithri adalah kembali berbuka setelah satu bulan shaum, dan bukan kembali suci. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah,
أَمَّا يَوْمُ الْفِطْرِ فَفِطْرُكُمْ مِنْ صَوْمِكُمْ وَعِيدٌ لِلْمُسْلِمِينَ
“Adapun hari fithri adalah fithr (berbuka)mu dari shaum dan ied bagi kaum muslimin.” (HR. Tirmidzi)

Jin Bertengger Di Gambar Bernyawa
Tentang jin yang bertengger di gambar bernyawa, sejauh penulis (Abu Umar Abdillah) ketahui tidak ada dalil yang menyebutkannya. Konon, keterangan itu didapatkan dari pengakuan jin yang diinterogasi orang yang meruqya. Jika demikian, hal ini tidak boleh kita jadikan sebagai landasan keyakinan. Disamping kemungkinan (bahkan besar kemungkinan) jin berdusta, ini juga bersifat kasuistik. Karena keimanan terhadap yang ghaib tidak boleh didasarkan kecuali dari sumber wahyu, Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Perihal gambar bernyawa memang seharusnya kita bersihkan dari dinding rumah kita. Karena dalam riwayat Imam Bukhari, Rasulaullah bersabda, “Malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar bernyawa.”

Negeri Seribu Hantu
Setan memahami betul tipologi manusia dengan berbagai macam corak adat dan budayanya. Mungkin, membanjir dengan seribu hantu atau jin yang suka nongol adalah cara yang tepat untuk menggiring manusia Indonesia menuju jurang kesyirikan, sesuai dengan tipologi masyarakat Indonesia yang lekat dengan keyakinan animism dan dinamisme.

Menghadirkan Arwah Ghaib
Klaim semacam ini sudah ada sejak zaman dahulu. Bahkan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di abad ke-7 Hijriyah telah banyak membuka kedok para penipu yang mengaku bisa menghadirkan arwah orang yang sudah mati.
Termasuk dalam hal ini adalah fenomena jaelangkung. Sebenarnya yang hadir disitu bukanlah arwah orang yang sudah mati. Karena mereka yang berada di alam barzah sudah mempunyai kesibukan tersendiri. Bersenang-senang dengan nikmat Allah atau menghadapi siksa Allah. QS. Az-Zumar 42

Hewan-Hewan Keramat
Sebut saja kerbau bule yang digelari Kyai Slamet di Solo, setiap malam satu Suro (Muharram) ribuan orang datang untuk menyaksikan kirab sakral sang ‘kyai’ yang mengitari alun-alun keraton. Ada lagi hewan bulus (kura-kura) di Klaten, dipercaya bisa mendatangkan kekayaan.
Mitos hewan keramat ini dikembangkan dengan mengisahkan kejadian-kejadian yang dikaitkan dengan perlakuan terhadap hewan tersebut.

Qulhu Sungsang Sebagai Mantera Kesaktian
Yaitu membalik susunan surat Al-Ikhlas dan dibalik cara membacanya. Para pemburu kesaktian banyak yang meyakini keampuhan qulhu sungsang. Ada yang menggunakannya sebagai mantera untuk pukulan jarak jauh, untuk pelet dan untuk mengusir jin. Ini semua hanya bualan semata dan tidak dibenarkan, karena telah memainkan ayat Allah yaitu dengan membolak-baliknya.

Khadam Asma’ul Husna
Ada yang menyebarkan khurafat, bahwa setiap Asma’ul Husna mempunyai khadam malaikat yang siap melaksanakan maksud dari arti Asma yang dibaca. Keyakinan ini tidak bersumber melainkan rekayasa belaka.

40 Hari Menjadi Orang Sakti
Masa 40 hari terkesan memiliki makna khusus bagi orang-orang tertentu. Setidaknya bagi orang yang ingin menjadi orang super, dengan bersemedi selama 40 hari. Alasan ini tidaklah sesuai dengan syari’at.

Mendadak Sakti Dengan Ilmu Laduni
Kata “laduni” diambil dari firman Allah QS. Al-Kahfi 65. Ilmu laduni di anggap sebagai ilmu pemberian Allah kepada seseorang tanpa melalui proses belajar.

Debus Dianggap Karamah
Seperti atraksi makan api, mengiris lidah dengan pisau dan atraksi-atraksi semisalnya. Mereka menganggap hal-hal ini sebagai karamah. Keyakinan seperti ini tidaklah dibenarkan, karena karamah diberikan kepada Allah kapan Dia menghendaki, seringkali tidak direncanakan  oleh orang yang diberi, maka tidak bisa diatraksikan.

Primbon, Fengshui Dan Mujarabat
Orang Jawa mengenal primbon, orang Cina mengenal Fengshui dan orang Arab mengenal Mujarabat. Ketiga “kitab (tak) suci” tersebut hingga kini masih diyakini keampuhannya oleh para penganutnya.

Rajah Penjaga Rumah
Rajah itu berupa kertas bertuliskan huruf-huruf yang sulit dibaca dan dipahami maknanya, kertas itu dilipat atau terkadang dibungkus dengan kain lalu dipaku di atas pintu. Benda itu diyakini dapat menolak marabahaya yang bakal masuk ke dalam rumah. Dan rajah ini termasuk syirik.

Mitos Biji Tasbih
Biji tasbih yang dimiliki kiyai diyakini bisa menyembuhkan penyakit dan mencegah terjadinya marabahaya. Bahkan seperti granat, kalau biji tasbih itu dilempar akan meletus. Lalu mereka menganggap bahwa mengalungkan tasbih di leher sangat cocok sebagai alat taqarrub kepada Allah. Ini juga penafsiran hasil otak-atik orang-orang sufi, tak ada dasarnya dari Nabi sedikitpun.

Meramal Nasib, Dengan ‘Weton’ Dan Zodiac
Ini semua adalah bentuk dari kesyirikan.

Misteri Angka 13
Angka tiga belas dianggap sebagai momok karena diyakini sebagai sumber kesialan. Mungkin hanya satu kasus, yang mana istilah angka ke-13 tidak menjadi momok, yakni gaji ke-13.

Ajaran Baru Nabi Melalui Mimpi
Hal ini jelas bathil, karena tidak mungkin Nabi menurunkan syariat baru. Allah berfirman,
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah 3)

Gambar dan bukti ilmiah: piramida dibangun dari tanah liat

Kebenaran ilmiah yang telah diterbitkan dalam abad kedua puluh satu telah disebutkan dalam Alquran sejak empat belas abad yang lalu ….

Kebenaran ilmiah yang telah diterbitkan dalam abad kedua puluh satu telah disebutkan dalam Alquran sejak empat belas abad yang lalu ... mari perhatikan gambar dan videonya ....
Dalam waktu lama para ilmuwan kebingungan karena mereka tidak mampu menemukan rahasia dari konstruksi dan bahan bangungan... dan dalam waktu lama pula umat manusia memandang bahwa banguan itu adalah sebuah teka-teki yang membingungkan ... dalam waktu lama para penulis menyusun tulisannya tentang bangunan tersebut yang hanya sebuah legenda dan dongeng belaka...namun akhirnya, kebenaran mulai muncul dan melalui penelitian ilmiah modern ... Ia adalah piramida.
Penelitian terbaru mengatakan bahwa piramida dibangun dari tanah liat dan panas! Dan yang sangat menakjubkan adalah bahwa Alquran telah mengungkap fakta ini dengan sangat jelas sesuai dengan ungkapan Firaun saat itu... namun sebelum ini, mari kita merenungkan apa yang para ilmuwan temukan baru-baru ini...
Dalam edisi tanggal (1 Desember 2006) Koran Amerika Times menerbitkan berita ilmiah yang mengkonfirmasi bahwa Firaun menggunakan tanah liat untuk membangun piramida! Menurut penelitian Amerika-Perancis menyebutkan bahwa batu yang digunakan untuk membuat darinya piramida, sebelumnya telah dilemparkan di bawah kayu lalu dipanaskan sehingga membentuk batu keras yang hampir normal.
Para ilmuwan mengatakan bahwa Firaun mahir dalam ilmu kimia dan mengelola tanah liat dan metode yang mereka gunakan masih menjadi rahasia dan tidak diizinkan untu diakses atasnya atau terkodifikasi pada nomor yang mereka tinggalkan. Profesor Gilles Hug, dan Michel Profesor Barsoum menegaskan bahwa Piramida yang palign besar di Giza itu terbuat dari dua jenis batu: batu alam dan batu-batu yang dibuat secara manual.

Dan dalam penelitian yang dipublikasikan oleh majalah “Journal of American Ceramic Society” menegaskan bahwa Firaun menggunakan jenis tanah slurry Firaun untuk membangun monumen yang tinggi secara umum, dan membangun piramida pada khususnya. Karena tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu berat ribuan Kilogram, dan inilah yang membuat Firaun menggunakan batu alam untuk membangun dasar

Piramida, dan lumpur dibakar untuk diletakkan di tempat yang paling tinggi.
Setelah berhasil mencampur lumpur kapur di tungku perapian yang dipanaskan dengan uap air garam dan berhasil membuat uap air darinya sehingga membentuk campuran tanah liat, maka akan dilakukan template diatas kayu dan dituangkan dalam tempat yang disediakan di dinding piramida.

Profesor Davidovits telah mengambil batu piramida yang terbesar untuk dilakukan analisis dengan menggunakan mikroskop electron terhadap batu tersebut dan menemukan jejak reaksi cepat yang menegaskan bahwa batu terbuat dari lumpur, sedangkan ahli geologi sampai baru-baru ini, belum memiliki kemampuan untuk membedakan antara batu alam dan batu buatan dengan metode ini, tetapi hari ini mereka bisa membedakan berkat teknologi modern,
oleh karena itu professor kembali membuat batu besar dengan metode ini dalam waktu sepuluh hari.


Seorang ilmuwan Belgia Guy Demortier yang sebelumnya dalam waktu yang lama mempertanyakan keabsahab penelitian ini berkata: Setelah bertahun-tahun melakukan riset dan studi sekarang saya baru yakin bahwa piramida yang terletak di Mesir dibuat dengan menggunakan tanah liat.
Firaun dalam membangun piramida menggunakan sejumlah besar batu sampai dengan 2-2,8 juta batu, studi baru juga mengatakan bahwa beberapa arkeolog Mesir membantah bukti-bukti ilmiah baru-baru ini, dan mereka menyatakan bahwa orang Mesir kuno memiliki kemampuan mengangkat jutaan batu yang beratnya sekitar lima atau enam ribu kilogram!  Itu menurut majalah Times America.
http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/europe/article656117.ece

Seorang Profesor Prancis Joseph Davidovits telah melakukan eksperimen selama dua puluh tahun lamanya dan menemukan bahwa piramida dibangun dari lumpur, terutama dibagian yang tinggi piramida di mana sulit untuk menaikkan batu alam.
 adalah Analisis gambar secara elektronik terhadap batu Piramida terbesar seperti yang disajikan oleh situs terkenal tentang biologi.
This colorized scanning electron microscope image shows the pyramid's "innercasing" limestone, including amorphous silica (red) that cements the limestone aggregates (black) together. Credit: Michel Barsoum, Drexel University. http://www.livescience.com/

Sebuah penelitian yang luas tentang piramida Bosnia, "Piramida Matahari" dan menjelaskan bahwa batu-batunya terbuat dari tanah liat! Ini menegaskan bahwa metode ini tersebar luas di masa lalu. (Gambar dari batu piramida).

Sebuah gambar yang digunakan dalam casting batu-batu kuno piramida matahari mengalir di Bosnia, dan kebenaran ilmiah mengatakan bahwa sangat jelas bahwa metode tertentu pada pengecoran batu berasal dari tanah liat telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dalam peradaban yang berbeda baik Rumania atau Firaun!
Keajaiban Al-Qur'an mendahului penemuan ilmiah
Banyak ayat-ayat Al-Qur’an menunjukkan fakta bahwa bangunan piramida dan bangunan lain dari bangunan yang tinggi, dalam hal ini Allah berfirman:
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ
“Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat  kemudian buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia Termasuk orang-orang pendusta". (Al-Qashash:38)

Dalam ayat ini menunjukkan tentang teknologi konstruksi yang digunakan untuk bangunan tinggi sebuah monumen seperti firman Allah: “buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi”
dan kata bangunan secara bahasa adalah setiap bangunan tinggi.
Teknik ini didasarkan pada lumpur dan panas seperti dalam ayat:
“Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat”
Subhanallah! Ada bukti yang menunjukkan bahwa patung-patung raksasa dan tiang-tiang yang ditemukan dalam peradaban Rumania dan yang lainnya juga dibangun dari tanah liat! Dapat dikatakan: Bahwa keajaiban Al Qur'an menunjukkan bahwa cara untuk membangun bangunan-bangunan dari tanah liat dan ini yang tidak diketahui pada waktu turunnya Alquran,
Ini berarti menunjukkan bahwa ide bangunan piramida, monumen, patung dan benda-benda antik lainnya dari tanah liat, tidak datang hanya di akhir abad dua puluh, namun Al Qur'an telah menyebutkannya sebelum empat belas abad yang lalu! Namun kenapa harus ke Firaun, karena bangunan terbesar yang dibangun dari tanah liat adalah piramida!
Siapa yang memberitahukan kepada Nabi saw berita ini?
Firaun mungkin bukanlah sosok yang telah membangun piramida ]karena ia meninggal karena tenggelam, namun ia menggunakan teknik rekayasa bangunan ketika membuat sampai monumen dan kemudian dihancurkan oleh Tuhan setelah itu, dan karenanya sebagai pintu integritas ilmiah, Al-Quran adalah kitab pertama yang  mengungkapkan rahasia bangunan piramida, bukan para  Ilmuwan Amerika dan Perancis. Pertanyaannya adalah:
Kita tahu bahwa Nabi saw tidak pergi ke Mesir dan tidak pernah melihat piramida, bahkan mungkin tidak pernah mendengar tentangnya ... dan Kisah Firaun, terjadi sebelum masa Nabi saw ribuan tahun yang lalu, dan tidak ada satupun di muka bumi ini pada waktu itu yang mengtahui tentang rahasia piramida ... dan para ilmuwan tidak yakin bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen tinggi kecuali beberapa tahun belakangan ini, maka dari itu, bagaimana Nabi saw sebelum 1400 tahun yang lalu memberitahukan bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen ...
Ayat ini sangat jelas dan kuat membuktikan bahwa nabi Muhammad saw tidaklah membawa apapun dari padanya tetapi Allah yang menciptakan Firaun dan menenggelamkannya, dan Dia pula yang menyelamatkan nabi Musa ... Dan Dia pula yang memberitahukan kepada Nabi-Nya akan hakikat ilmiah ini, dan ayat ini menjadi saksi kebenaran kenabiannya pada zaman modern ini!!

Tanda-tanda ilmiah dalam kisah nabi "Lut"

Dalam kisah ini terdapat banyak fakta ilmiah yang membuktikan bahwa Islam adalah agama yang benar, mari kita baca dan bersyukur kepada Allah untuk berkat Islam ... ...
Kisah nabi "Lut" (SAW)

Nabi "Lut" tinggal di sebuah desa di mana orang yang sedang berlatih perzinahan dan dia sering menasihati mereka untuk menghentikan itu, tetapi mereka menolak untuk menanggapi.Sehingga ia memutuskan untuk pergi dari mereka dan menyembah Allah. Kemudian Allah memilih dia untuk menjadi nabi-Nya kepada orang-orang untuk memerintahkan mereka untuk taat dan menyembah Allah satu-satunya Allah.


80. Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"(Sûrat Al-A‘râf- 80)


 Perbuatan faahisyah di sini ialah: homoseksual

Orang-orang itu melakukan dosa terburuk dengan mempraktekkan zinah dengan satu sama lain lelaki dan lelaki) dan (wanita dan wanita) yang disebut hari ini homoseksualitas

Dan mereka menolak untuk bicara padanya bahkan untuk mendengarkan dan menjawab mereka sama setiap kali dia menyebut mereka untuk percaya, karena Allah berfirman:

 Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri."(Sûrat Al-A‘râf- 82)

Allah mengirim kepadanya beberapa orang sebagai tamu, orang-orang itu bukan manusia tapi mereka malaikat, ketika orang-orang desa tahu bahwa beberapa pria baik datang, mereka memutuskan untuk praktek perzinahan dengan mereka. Tetapi ketika mereka tiba malaikat kepada nabi "Lut" apa yang Allah memberitahu kita dalam Al Qur'an: (Mereka (rasul-rasul) berkata:

Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?." (AL- a'raf 80)

Segera, nabi "Lut" menjawab Allah dan mulai keluar dari desa bersama keluarganya dan ketika mereka keluar dari desa Allah Maha Kuasa mulai menurunkan siksaan-Nya di desa juga istri dari "Lut" karena desa digunakan untuk menerima azab allah"

Siksaan Allah adalah dengan mengirimkan hujan batu pada orang-orang tetapi istri menolak untuk mendengarkan perintah Allah ketika ia berbalik ke belakang untuk melihat apa yang terjadi pada masyarakat sehingga dia terluka oleh batu-batu dan meninggal.
Allah berfirman:
Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.
Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. (Al-a'raf 82, 83dan 84)

gangguan Psychobiological adalah efek dari homoseksualitas

Para ilmuwan melihat bahwa materi putih yang jarang terjadi di otak orang homoseks; hal putih adalah jaringan di mana pesan lewat antara daerah yang berbeda dari materi abu-abu dalam sistem saraf. Jadi otak orang-orang yang menderita yang menurun menjadi tidak mampu untuk membuat koordinasi antara sel, sebagai hasilnya homoseksual akan dipengaruhi oleh Demensia atau Alzheimer.




Penurunan masalah putih menyebabkan gangguan besar dalam mekanisme kerja otak sehingga orang homoseksual tidak dapat mengambil keputusan yang tepat dan mereka cenderung kekerasan, juga mereka dipengaruhi oleh banyak penyakit psikologis, sama seperti orang buta yang nggak t tahu apa yang harus dilakukan, Allah berfirman tentang orang-orang dari "Lut":

15:72. (Allah berfirman): "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)".

Di banyak negara Barat, adalah umum untuk melihat kehidupan seorang pria dengan pria lain dan juga hidup wanita dengan wanita sebagai suami dan istri. Statistik modern mengatakan bahwa kekerasan adalah sama antara orang homoseks yang 18 kali lebih dari apa yang terjadi antara orang-orang heteroseksual.

Para peneliti menegaskan bahwa hubungan antara orang-orang homoseksual tidak melanjutkan lebih dari 2 atau 3 tahun yang merupakan bukti bahwa praktek melawan sifat Allah tidak akan melanjutkan atau buah.

 AIDS merupakan hasil dari perzinahan

AIDS adalah penyakit dari sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). Kondisi ini semakin mengurangi efektivitas sistem kekebalan tubuh dan membuat seseorang rentan terhadap infeksi oportunistik dan tumor.

HIV ditularkan melalui dubur, vagina, oral seks, dan transfusi darah,

AIDS sekarang pandemi. Pada tahun 2007, diperkirakan bahwa 33.200.000 orang hidup dengan penyakit di seluruh dunia, dan bahwa AIDS menewaskan 2,1 juta jiwa diperkirakan, termasuk 330.000 anak-anak.

Meskipun penanganan untuk AIDS dan HIV dapat memperlambat perjalanan penyakit ini, saat ini belum ada vaksin atau obat.

Para ilmuwan mengatakan bahwa karena kesulitan dalam mengobati infeksi HIV, mencegah infeksi merupakan tujuan kunci dalam mengendalikan pandemi AIDS, dengan organisasi kesehatan mempromosikan seks yang aman dalam upaya untuk memperlambat penyebaran virus.

Baru-baru ini dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan, para ilmuwan menemukan bakteri jenis baru yang disebut MRSA.

MRSA singkatan methicillin Staphylococcus aureus-tahan, tetapi adalah istilah untuk setiap strain bakteri Staphylococcus yang resisten terhadap satu atau lebih antibiotik konvensional.

Para peneliti percaya bahwa MRSA dapat menyebabkan Sindrom Pernapasan Akut Parah; juga bakteri semacam ini dapat ditemukan di mana orang homoseks hidup seperti "distrik Castro" di San Francisco di Amerika Serikat. Mereka juga menambahkan bahwa rasio orang yang terinfeksi oleh MRSA pada pria homoseksual adalah 13 kali dari pada pria heteroseksual.

Dokter mengatakan bahwa dokter 20 tahun yang lalu mulai melihat apa yang kemudian disebut "sindrom usus gay," koleksi keluhan usus dan dubur yang sering wabah pria gay. Banyak dari penyakit ini berasal dari infeksi oleh bakteri fecal berikut seks anal - khususnya, hubungan seks anal, analingus, dan fellatio berikut anal intercourse. Beberapa pasangan heteroseksual (perkiraan kisaran 5-27 persen) juga melakukan seks anal, dan mereka beresiko juga.

 Homoseksualitas dan kemurnian

 Para ilmuwan pastikan bahwa homoseksualitas berkontribusi dalam mentransfer virus dan bakteri di antara orang-orang homoseksual, sehingga nabi "Lut" dan keluarganya yang sangat antusias untuk menyucikan diri dan berada jauh dari orang-orang homoseksual, Allah berfirman:
 Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"(Sûrat Al-A‘râf- 80)

ayat ini adalah tanda bahwa homoseksualitas adalah melawan fitrah.

Hari ini kita menemukan dokter meminta orang untuk mandii setelah setiap praktik seksual, dalam Islam Allah Maha Kuasa memerintahkan kita untuk bersuci (mandi wajib) setelah melakukan seks dan allah juga menberi syarat agar kita berdoa dan berniat di waktu bersuci tersebut, Allah berfirman:
5:6. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.(al-maidah ayat 6)

Allah Mahakuasa menghukum siapa yang melakukan dosa-dosa itu dengan mengirimkan batu dari tanah yang terbakar, Allah berfirman:
15:74. Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras(al-hijj ;72)

Ini adalah jalan Allah yang tidak akan pernah berubah seperti apa yang terjadi dengan orang-orang dari "Lut" terjadi lagi dengan orang-orang dari Pompeii.

Pompeii adalah sebuah kota romawi tua yang tinggal di banyak mewah. Tuhan memberi orang-orang dari kota ini banyak rahmat seperti tanaman yang terbaik, banyak hujan dan banyak sumber daya alam. Tapi orang-orang kota yang melakukan perzinahan dan homoseksualitas dan mereka begitu bangga dengan itu. Mereka juga digunakan untuk menggambar gambar porno di dinding di depan semua orang; peneliti percaya bahwa seni pornografi mulai di kota cabul.

Suatu hari, orang-orang dari Pompeii sedang merayakan hari dewa api, tapi tiba-tiba dan tanpa peringatan jenis terjadi letusan gunung berapi yang mengeluarkan lava banyak. Akibatnya, orang mencoba melarikan diri namun mereka semua dibunuh segera dan kota itu menghilang juga tubuh mereka ditutupi dengan lava dan. Ditutupi tubuh ini telah dipindahkan setelah bertahun-tahun menjadi batuan fosil. Allah berfirman: (Jadi, kami azab mereka semua secara mendadak, sedang mereka tidak sadar) (QS. Al-A'raf - ayat 95).

Adegan siksaan

Sebuah foto asli untuk warga Pompeii. Tubuh dipindahkan menjadi fosil batu. hukuman ini dalam kehidupan ini, tetapi di akhirat hukuman yang kuat dan bertahan selamanya, Tuhan berfirman:
(Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas melampaui batas yaitu [melakukan dosa-dosa besar dan mendurhakai Tuhannya (Allah) dan tidak percaya Rasul-Nya , dan Buku-Nya mengungkapkan, seperti ini] Al-Qur'an, dan tidak percaya dalam ayat (bukti, bukti, ayat, pelajaran, tanda, wahyu, dll) dari Tuhannya, dan siksaan di akhirat itu jauh lebih parah dan lebih kekal) (. Surat Ta-Ha Ayat 127)

tubuh lain, kehendak Allah untuk membiarkan semua orang melihat apa yang terjadi pada orang-orang yang lalim. Memang apa yang terjadi kepada orang-orang kota itu benar-benar identik dengan ayat berikut ini, Tuhan memberkati dan meninggikan Dia mengatakan: (Jadi, ketika mereka melupakan (peringatan itu) dengan yang mereka telah mengingatkan, Kami membuka bagi mereka pintu-pintu setiap (menyenangkan) hal, sampai di tengah-tengah kesenangan mereka dalam apa yang mereka diberikan, tiba-tiba, Kami membawa mereka (sebagai hukuman), sehingga Mereka! terjun ke kehancuran dengan penyesalan yang mendalam dan penderitaan .* sehingga akar orang-orang yang lalim terputus Dan semua pujian dan ucapan terima kasih kami kepada Allah, Tuhan 'alamin (manusia, jin, dan semua yang ada) (QS. Al-An'am-ayat 44-45)..

Akhirnya, mari kita baca ayat-ayat ini memberitahu kita fasih yang keseluruhan cerita dalam kata-kata hanya beberapa, Allah berfirman:
26:160. Kaum Lut telah mendustakan rasul-rasul
26:161. ketika saudara mereka, Lut, berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?"
26:162. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
26:163. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
26:164. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
26:165. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,
26:166. dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas".
26:167. Mereka menjawab: "Hai Lut, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir"
26:168. Lut berkata: "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu".
26:169. (Lut berdoa): "Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'.
26:170. Lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua,
26:171. kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal.26:172. Kemudian Kami binasakan yang lain.
26:173. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
26:174. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
26:175. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

(QS. Surah Asy-Syu'ara :: 160-175).

Mengembalikan Citra Muslimah

Orang-orang kafir terus-menerus melancarkan serangannya melawan Islam dan kaum Muslimin, juga mengadopsi strategi baru yang didisain untuk menghancurkan pemikiran wanita Muslimah dengan tujuan untuk menghancurkannya dan keluarganya. Rasulullah SAW menginformasikan kepada kita bahwa wanita Muslimah adalah tulang punggung Ummat, namun orang-orang kafir terus menyusupi pemikiran wanita Muslimah dan telah mengubah pandangan mereka dari yang seharusnya selalu bersandar kepada perintah dan larangan Allah SWT.


Ada banyak musuh-musuh kaum Muslimah yang mengikuti syetan sampai Yahudi, Nasrani, Musyrikin dan kaum sekularis, yang membawa tujuan yang sama yaitu meracuni pemikirannya dengan kotoran dan propaganda bahwa mereka harus seperti wanita Barat pada hari ini. Di bawah embel-embel kebebasan, wanita Muslimah dimangsa oleh media dan berbagai institut pendidikan seperti halnya kurikulum nasional. Dengan ini, beberapa strategi dan alat digunakan sebagai konspirasi untuk meracuni pemikirannya dengan begitu dia tidak lagi senang dengan tugas utamanya, sebagai seorang ibu atau ibu rumah tangga; tetapi dia ingin menjadi korban penghinaan, pelecehan, dan keburukan di masyarakat sekarang dimana dia tinggal.

Konspirasi Melawan Wanita Muslimah
Majalah baru telah diperkenalkan dengan tujuan mengganti model (idola) yang sholehah, seperti Shahaabiyat (para sahabat wanita) dengan bintang pop dan model cat walk saat ini. Majalah-majalah yang sama juga mempromosikan industri kosmetik dan ide-ide seperti kecantikan, fashion dan ‘kesuksesan wanita karir’, dan membawa ide-ide yang bertolak belakang dengan Islam.
Mereka bertujuan untuk menghancurkan gambaran dari suami Muslim dan membandingkannya dengan orang-orang Barat. Mereka mempromosikan suami Muslim sebagai salah satu orang yang membolehkan suaminya untuk mempunyai sebuah ‘kehidupan’ dan menganggapnya kuno dan ketinggalan zaman, menyatakan bahwa pemikiran dan pandangannya sudah tidak mempunyai nilai sosial di kehidupan sekarang. Sedikit yang menyadari bahwa wanita Muslimah sesungguhnya telah benar-benar memahami hadits yang berbunyi:
‘Istri yang diridhoi olehNya adalah ketika dia mati bisa ke surga melalui semua pintu yang dia inginkan.’

Orang-orang kafir telah mendisain program untuk menjadikan wanita Muslimah masuk ke dalam tendensi pendidikan, sebuah edukasi yang fokus pada “kebaratan” dan jalan untuk mengadopsi kebudayaan-kebudayaannya terhubung langsung dengan keimanannya; selanjutnya, identitasnya bisa menjadi sama dengan orang-orang atau wanita kafir, dan jika itu terjadi, maka dia jelas menunjukkan kelemahan imannya. Rasulullah SAW menginformasikan kepada kita bahwa,
‘Dia bukan golongan kami yang mengikuti Kuffar (Orang-orang kafir).’

Mereka menggunakan sabun untuk mengaburkan pemikiran wanita Muslimah dengan tujuan untuk menjadikan dia seorang yang materialistis. Mereka bahkan memperpanjang untuk mengartikan sabun ini ke dalam bahasa yang wanita Muslimah mengerti dalam bagian dunia yang berbeda.
Ibu rumah tangga ditawarkan alternatif yang lebih baik seperti pendidikan dan entertaimen dan dijamin bahwa entertaimen ini tidak berdasarkan syari’ah. Sebagai contoh pergaulan bebas yang lazim pada saat alternatif itu ditawarkan. Muslimah selanjutnya, akan memahami perkataan Nabi SAW ketika beliau berkata,
“Wahai kaum laki-laki dan perempuan, pisahkan diri kalian; tidak diperbolehkan bagi kalian berada di tempat yang sama.

Wanita Muslimah diinformasikan tentang hak mereka di Barat dan mengatakan bagaimana mereka menjadi wanita bebas dan mereka seharusnya tidak seperti budak. Namun, bagaimana ini bisa menjadi mungkin ketika Muslim, mengabaikan apakah mereka pria dan wanita, adalah seorang ‘hamba’ Allah?
Muslimah didorong untuk menyerukan persamaan dengan laki-laki dan dia sering mengatakan bahwa agama yang mengajarkannya. Namun, Muwahhidah (seorang wanita dengan tauhid yang lurus) sejati akan mengetahui bahwa jika Penciptanya telah memutuskan sesuatu maka dia akan menaati dengan ikhlas sebagaimana yang dia pahami dari Al-Qur’an Surah 33, ayat 36:
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.’

Mereka melukiskan gambaran ibu rumah tangga menjadi rendah dan menyoroti wanita Barat modern. Mereka juga mencoba untuk menanamkan dalam benak mereka bahwa dia tidak membutuhkan perlidungan dari laki-laki manapun dan bahwa ayah atau suaminya bukanlah amir (pemimpin) nya tetapi seseorang yang sama seperti dirinya.
Mereka berkata kepada Muslimah bahwa Muslim laki-laki sangat menindas dan akhirnya Islam menyalahkan perbuatannya menurut kepercayaannya. Mereka gagal membedakan anatara kultur, tradisi dan Dien, dan mempromosikan Islam sebagai sebuah penindasan jalan hidup yang didisain untuk menekan kebutuhan wanita dengan menaikkan derajat pria.
Wanita diajarkan untuk masuk ke dalam pusat kebugaran dan gimnasium kemudian menceritakan bahwa tubuh yang ramping itu menarik selanjutnya menghalangi mereka dari kebutuhan anak karena mereka menjadi lebih tertarik memelihara jari-jari mereka. Namun, Muslimah sejati akan mengetahui bahwa Rasulullah SAW telah berkata kepada kita bahwa Dia SAW merasa bangga kepada wanita yang pada hari pengadilan yang menikah dan merawat anak-anak mereka, dan dia masih bisa merawat tubuhnya walaupun melakukan ini!
Walaupun hanya sedikit contoh yang telah disoroti di atas, itu menjadi bukti bahwa orang-orang kafir telah mempersiapkan untuk berbuat apa saja untuk mempengaruhi pemikiran Muslimah dengan konspirasi mereka juga agenda busuk yang terus dilancarkan. Namun Muslimah sejati akan berpandangan lurus melewati kebohongan dan pandangan yang salah ini selanjutnya akan memahami realitas bahwa tidak ada ideologi di muka bumi ini dan tidak ada sekolah saat ini yang menghormati wanita Muslimah seperti Islam melakukannya.
Dia akan memahami dan dengan kuat yakin bahwa Syari’ah melindunginya seperti seorang Ibu, anak perempuan, istri, bibi dan sebagainya dan Allah SWT telah memuliakannya dan meberikannya kedudukan yang tinggi di dunia. Dia tidak akan kalah terhadap keinginan-keinginan non-Muslim dan akan terus taat kepada Allah SWT di semua aspek kehidupannya, menjadi seperti ini baik dalam kehidupan pribadinya maupun kehidupan sosialnya, dan akan terus meninggikan Kalimah Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda tentang seorang wanita Muslimah,
‘Seluruh dunia adalah perhiasaan, dan sebaik-baik perhiasan  di dunia  adalah wanita yang sholeh.’
Wallahu’alam bis Showab!