Senin, 20 September 2010

PERANAN HATI DALAM KEHIDUPAN

Marilah kita sering2 merenung mengingat Allah SWT, mari sesering
mungkin bawain hati ini untuk berwisata kepada jalannya Allah Swt.



Sebenarnya apa penyebab iman ini lemah, karena kita terbiasa dengan
segala yang sifatnya keduniaan, segala sesuatunya dipatokin dgn materi
sebagai jawaban. Allahnya dikemanain, padahal Dialah jawaban. Allah mah
gak kemana2, manusianya aja yang ngejauh, jauh dan jauh.

Pernahkah Allah meninggalkan kita?, coba direnungin. Sekiranya Allah
ninggalin kita, gak mau ngurusin mahluk2-Nya, niscaya gak ada lagi
kehidupan.

Liat, jantung yg berdetak ini, bukti dimana kita kagak ada kuasa sama
sekali untuk mengontrolnya, kita tidur ia tetap berdetak, kita
beraktifitas pun selalu si jantung didalam badan kita ini terus
berdetak, begitu pula nafas, segalanya serba otomatis, semuanya Allah yg
ngendaliin semua penggerak kehidupan hingga sampe waktunya. Bukti ini
udah cukup jika kita coba renungin dalem-dalem, bahwa Allah gak pernah
ninggalin kita.

Kitanya yg kudu nyamperin Allah, kejar ampunan-Nya, kerjar Ridho-Nya.
Allah seneng kita sholat pd waktunya, lakuin. Allah seneng kita
menangis dlm sujud, lakuin. Allah seneng kita bakti sm orang tua,
kerjain. Jalan2 mendekat itu ada, gak mungkin Allah itu ngejauh,
kitanya lah yg jauh dgnnya, kelalaian dlm mengingat-Nya, dosa2 yg
dibiarin dtumpuk, kadangkala sholat tp hati gak diikutin karena
sholatnya cuma sebatas gerakan, gak ada perasaan bahwa dirinya sedang
berhadapan dgn siapa.

Penyebab hati ini lemah

Sebabnya ya kelalaian, dosa2 hingga hati ini berkarat, susah bener
ibadah, bawaannya males. Karena yg dipatokin cm dunia, hatinya
digantungin ke kantor, digantungin ke bisnis, digantungin ke orang, itu
semua seringkali di kejar sampe menyepelekan kewajiban2nya Ibadah,
Allah dihatinya ditempatin ke nomer sekian. Padahal semua kehidupan ini
Allah yg punya, orang tua kita pun Allah yg ciptain, semua rasa kasih
sayang pun itu juga datengnya dari Allah, jadi sewajarnyalah kalo kita
harusnya menomersatuin Allah diatas segala-galanya.

Kadang kita sering beranggapan mengenai tingginya nilai seseorang yg
tahu terima kasih, seorang yg berjasa besar pada kita akan kita bales
budinya, kita hormat, kita turutin keinginan orang itu karena kita
ingin bales budi, nah sekarang pegimana sikap kita sendiri sm Allah,
pencipta kehidupan manusia, kita, keluarga. Marilah kita banyak2
merenung, agar kita bisa menjadi hamba Allah yg pandai bersyukur.
Dimana bersyukur kepada Allah itulah, yang dijadikan alasan dari niat
Rosulullah SAW sampe bengkak kakinya karena sholat tahajud yg terlalu
lama berdiri, padahal beliau dijamin masuk Syurga.

Dikehidupan Allah udah demikian baiknya sama kita, jadi gak mungkin
Allah itu membuat hambanya sengsara, ujian kehidupan justru diberi
karena Allah sayang sama hambanya, agar dia kembali, dosa2nya terhapus,
biar banyak mengharap kepada-Nya. Luar biasa, Allah suka sekali jika
diminta, semakin banyak kita doa, Allah makin senang. Ujian hidup
sering kali menjadi jalan agar seorang hamba bisa kembali, bertaubat,
dan memperbanyak ketaatan dalam beribadah, serta menempatkan Allah
sebaik2nya penolong, dan sebaik2nya pelindung, karena ia tau bahwa
Allahlah yg terbaik dari siapapun.

Marilah kita sering2 merenung mengingat Allah SWT, mari sesering
mungkin bawain hati ini untuk berwisata kepada jalannya Allah Swt.